Biografi Utsman bin Affan: Sahabat Nabi yang Pemalu tapi Dermawan

Utsman bin Affan adalah sahabat  Nabi dan termasuk Khulafaur Rasyidin ke-3. Utsman mendapat  julukan dzun nurain, yang bermakna beliau adalah pemilik dari  dua cahaya. Julukan tersebut disematkan lantaran Utsman telah menikahi dua putri Nabi. Yakni Ruqayyah dan Ummu Kaltsum.

Sebelum menjadi seorang khalifah, Utsman bin Affan dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sukses. Meskipun beliau tergolong sebagai seorang pedagang yang kaya raya dan ahli ekonomi handal, tetapi sifat ringan tangan bagi sesama selalu ada. Ada banyak bantuan perekonomian yang ia berikan semasa hidupnya kepada umat muslim di awal-awal pertumbuhan Islam.

Sejarah Kelahiran Utsman bin Affan

Nama lengkap beliau adalah Utsman bin Affan bin Abi al-Ash bin Umayyah bin Abdu asy-Syam bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luwai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’addu bin Adnan.

Utsman lahir dari seorang ibu yang bernama Arwa binti Kuraiz bin Rabiah bin Hubaib bin Abdu asy-Syams.  Sedangkan neneknya bernama Ummu Hakim Bidha binti Abdul Muthalib. Neneknya sendiri merupakan bibi Rasulullah. Jika ditilik dari sudut pandang  nasab, Utsman memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Nabi. Bahkan, seperti disebutkan sebelumnya bahwa Utsman juga menikahi dua putri Rasulullah.

Beliau lahir pada tahun 574 Masehi dan berasal dari golongan Bani Umayyah. Utsman masuk dan memeluk Islam sebagai agamanya, diawali boleh ajakan Abu Bakar Ash Shiddiq. Bahkan, Utsman juga masuk ke dalam kategori As-Sabiqun Al-Awwalun yang bermakna golongan pertama yang masuk ke dalam Islam.

Sifat yang Dimiliki Utsman bin Affan

Utsman juga termasuk golongan sahabat yang telah dijamin masuk surga. Selain itu beliau juga adalah seorang Khalifah al-Mahdiyin yang diperintahkan untuk mengikuti sunah yang ia kerjakan. Sebagai seorang yang memiliki perangai baik, Utsman disebut-sebut sebagai sahabat Nabi yang memiliki sifat pemalu. Sifat ini disebutkan dalam sebuah riwayat hadist:

“Orang yang paling penyayang di antara umatku adalah Abu Bakar, yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar. Yang paling pemalu adalah Utsman, yang paling mengetahui tentang halal dan haram adalah Muadz bin Jabal. Yang paling hafal tentang Alquran adalah Ubay (bin Ka’ab), dan yang paling mengetahui ilmu waris adalah Zaid bin Tsabit. Setiap umat mempunyai seorang yang terpercaya, dan orang yang terpercaya di kalangan umatku adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.” HR. Ahmad

Rasulullah sendiri menggambarkan sosok Utsman bin Affan sebagai lelaki yang paling jujur dan rendah hati. Bahkan Nabi mengatakan bahwa para Malaikat pun malu terhadap Utsman lantaran sikapnya yang dermawan itu.

Kedermawanan Utsman bin Affan

Ada beragam kisah yang menceritakan tentang sifat kedermawanan Utsman bin Affan, seperti di bawah ini:

Kisah Utsman bin Affan Membeli Sumur Milik Yahudi

Ada suatu masa di mana para sahabat Nabi pernah mengalami kesulitan air, semua sumber air sudah kering dan hujan tidak kunjung turun. Sedangkan di wilayah tersebut hanya ada satu sumur di wilayah tersebut yang dimiliki oleh seorang Yahudi. Orang tersebut menjual air kepada muslim dengan harga sangat tinggi.

Kemudian Rasulullah pun membuat pengumuman kepada para sahabat. Pengumuman itu berisi siapa saja yng membeli sumur tersebut dan mendermakannya kepada kaum muslim. Maka akan mendapatkan imbalan berupa rumah di surga.

Utsman menawarkan diri untuk membeli sumur tersebut. Namun,  sang Yahudi menolak. Utsman pun menawarkan solusi untuk membeli setengahnya. Sehingga sumur tersebut akan menjadi milik Utsman satu hari, dan esoknya menjadi milik si Yahudi, secara bergantian. Pemilik sumur pun setuju.

Oleh Utsman, ketika sumur menjadi miliknya di hari itu, ia memberikan air secara gratis kepada kaum muslim. Sedangkan pada saat sumur menjadi milik si Yahudi, tak ada seorang pun yang akan membelinya. Begitu terus hingga akhirnya pemilik sumur kesal dan pada akhirnya menjual sumur keseluruhan.

Kisah Utsman Bersedekah Bahan Pangan yang Diangkut 1000 unta

Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, di wilayah tersebut mengalami kemarau panjang dan rakyat kelaparan. Tidak lama datang kafilah yang membawa biji-bijian dan bahan pangan dari Suriah. Bahan pangan dan biji-bijian tersebut diangkut dengan 1000 unta.

Para penduduk pun segera menawar barang tersebut dengan nilai keuntungan 5%. Namun, ditolak oleh kafilah bersangkutan lantaran barang itu telah menjadi milik Utsman. Dan kafilah mendapatkan keuntungan sebesar 10%. Oleh Utsman semua barang pangan itu kemudian dibagikan secara gratis kepada para penduduk.

Utsman beranggapan lebih baik membangun umat muslim, ketimbang mengambil keuntungan. Ia meyakini dan menyerahkan sepenuhnya untuk Allah membalas segala kebaikan yang ia lakukan.

Masa Kekhalifahan Utsman bin Affan

Utsman merupakan khalifah pertama yang melakukan perluasan pada masjid al-Haram (Mekkah). Tidak hanya itu, masjid Nabawi (Madinah) pun juga dilakukan perluasan. Hal ini terjadi karena semakin banyak muslim menjalankan rukun Islam kelima, yakni naik haji jika mampu.

Ia pula yang kemudian mencetuskan ide polisi keamanan bagi seluruh rakyat. Utsman bahkan mendirikan sebuah bangunan khusus yang diperuntukkan bagi mahkamah. Jika sebelumnya proses mengadili sebuah perkara dilakukan di masjid. Di masa kekhalifahan Utsman, hal tersebut dilakukan di mahkamah.

Khalifah ketiga ini juga membangun pertanian. Serta melakukan penaklukan kepada Syiria, Afrika Utara, Persia, Palestina, Siprus, dan Rodhes. Ia juga menggagas pembentukan angkatan lain yang kuat. Di antara itu semua, pengeluaran kebijaksanaan pengumpulan Al-Qur’an dalam satu mushaf adalah jasanya yang terbesar.

Dengan kebijakannya ini, kemudahan untuk membaca Al Qur’an dapat dirasakan hingga kini. Ia bekerja sama dengan para ulama dan para penghafal Al-Qur’an untuk menyusun dan kemudian membakar sisa lembaran untuk menghindari kemungkinan bercecer dan terinjak.

Selama masa pemerintahan Utsman, ia banyak mencopot jabatan para gubernur wilayah yang dianggapnya kurang cakap. Bahkan, jika ia menganggap pemimpin di wilayah tersebut kurang disukai boleh masyarakat, maka ia pun segera menggantinya. Hal inilah kemudian yang menyebabkan Utsman memiliki banyak musuh. Pada akhirnya mereka semua bersekongkol untuk merencanakan pembunuhan terhadap Khalifah ketiga tersebut.

Wafatnya Utsman bin Affan

Khulafaur Rasyidin ketiga ini mengalami pengepungan yang dilakukan oleh pemberontak selama 40 hari lamanya. Aktivitas pengepungan ini dimulai Dali bulan Ramadhan hingga memasuki bulan Dzulhijjah. Meskipun ia memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menumpas para pemberontak. Ia menolak untuk menumpahkan darah umat Islam karena sifatnya yang penuh dengan kasih sayang.

Ia kemudian wafat sebagai syuhada pada hari Jum’at, 18 Dzulhijjah tahun 35 Hijriah. Disebabkan oleh berhasilnya para pemberontak memasuki rumahnya dan kemudian membunuhnya pada saat ia tengah membaca Al-Qur’an. Ia kemudian dimakamkan di  kuburan Baqi di wilayah Madinah. Kematian Utsman bin Affan telah diprediksikan oleh Rasulullah, sebelumnya. Bahwa kelak, akan ada pemberontak yang mengepung dan membunuhnya di dalam rumah.

  • Add Your Comment