Jangan Salah Paham, Ketahui Arti dari Insya Allah

Umumnya, di masyarakat muslim Indonesia sering sekali mengucapkan kata “Insya Allah” ketika berjanji tentang sesuatu hal. Akan tetapi kebanyakan terjadi salah memaknakan arti dari kata tersebut. Insya Allah artinya “bila Allah berkehendak” makna tersebut tidak lepas dari waktu yang akan datang.

Makna Insya Allah dalam Kehidupan

Sesuai dengan isi Al-qur’an Surat Al Kahfi : 23 – 24

وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ – ٢٣

اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۖوَاذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا – ٢٤

“Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,” (23), “kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini”

1. Memberikan Pesan

Ketika seseorang mengucapkan “Insya Allah” kerap muncul di benak individu lain bahwa ucapan tersebut guna berjanji. Pada umumnya masyarakat jaman sekarang menyebutnya sebagai suatu ucapan salah kaprah karena orang ketika mengucapkan kata tersebut sering melanggarnya.

Kutipan Surat Al – Kahfi (23 – 24) memberikan sebuah pesan bagi para umat Islam untuk tidak memberikan suatu janji yang belaka. Karena bahwasanya memberikan suatu perjanjian kosong nantinya akan berpengeruh terhadap penilaian individu lain.

2. Sejarah Kalimat Insya Allah

Sebab dari turunnya surat ini karena terjadi suatu peristiwa, dimana di jaman dahulu ketika Nabi Muhammad SAW pada awal menyebarkan agama Islam dibenci oleh kaum Quraisy. Hingga diutuslah kedua orang terbilang cerdas yaitu An-Nadhar Bin Al- Harits dan Uqbah bin Mu’aith.

Kedua orang tersebut dikirimkan ke yatsrib guna menanyakan kepada para pendeta Yahudi. Dinilai para pemuka agama dapat menilai Nabi Muhammad SAW karena diperkirakan oleh kaum Quraisy mengetahui kitab kitab terdahulu.

Singkat Cerita, Nabi Muhammad SAW akan menjanjikan cerita tentang tiga kejadian masa lalu. Setelah berselang 15 hari kaum Quraisy tak kunjung menerima kisah tersebut. Hingga terjadi kerusuhan antar umat.

Lalu Turunlah surat Al – Kahfi di tengah keributan itu guna menjelaskan beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan oleh Kaum Qurais. Selain itu, terdapat juga ayat 23 hingga 24 dimana intinya menjelaskan memberikan rencana di masa depan bila belum pasti.

3. Tafsir Tentang Makna Insya Allah

Beberapa ahli tafsir terdahulu menafsirkan surat ini, menurut versi Imam Qurthubi dalam bukunya . Di dalam tulisan terdapat alasan mengapa terjadi turunnya Qs. Al – Kahfi, dimana dalam surat tersebut mengkisahkan ashhabul kahfi (Penghuni Gua), serta kisah Dzulqarnain.

Pada saat itu, terjadi kejanggalan Nabi Muhammad SAW, belum mendapatkan wahyu (dalam riwayatnya 15 hari). Sehingga turunlah Qs. Al – Kahfi dimana pada ayat 23 – 24. Memiliki pesan kepada rasul untuk mengucapkan Insya Allah bila ingin menjanjikan sesuatu tidak pasti.

Karena pada hakikatnya, semua kejadian yang ada di dunia ini sudah diatur oleh Allah SWT. Selayaknya sebagai umat Islam tentu mengamalkan untuk tidak memberikan kepastian sesuatu rencana di masa depan, dimana janji tersebut bisa saja tidak akan terjadi.

4. Anjuran Mengucap Insya Allah

Dari kedua ayat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya, jikalau ingin berjanji disarankan mengucapkan “Insya Allah”, terlebih jika belum pasti melakukannya.

Dengan mengucapkan kata tersebut akan berfungsi bagi orang yang berjanji itu lupa, salah satunya jika disebabkan oleh usianya mulai uzur. Bahwasanya individu sesudah berjanji terhadap sesuatu, kemudian diingkari kelak akan tergolong sudah melakukan kebohongan atau ingkar janji.

Menurut kesapakatan para ulama, dengan menambahkan kalimat “Insya Allah” atau dengan Bahasa arab lain yang memiliki makna sama. Maka dapat dikategorikan sebagai sunnah (disarankan dan berpahala).

Arti Insya Allah Serta Penggunannya

Insya Allah artinya adalah simbol keinsafan dengan mengamalkan bahwa di balik peristiwa di dunia ada pada restu Allah SWT. Terkadang keinginan Anda belum diwujudkan, hingga semua perjanjian bisa bersifat tidak pasti bila sebelum terjadi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya setiap pribadi memerhatikan apa yang dia persiapkan untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Hasyr: 18)”

Maka dari itu, sebagai umat muslim dianjurkan untuk selalu berikhtiar. Kalimat “Insya Allah” merupakan salah satu wujud atas kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Disisi lain, selalu bekerja keras karena prosesnya yang ditempuh sangat panjang.

Pada hakikatnya, umat muslim dianjurkan untuk terhindar dari memberikan perjanjian yang belum pasti hasilnya, sebab hal tersebut adalah wujud dari keangkuhan manusia itu sendiri.

Allah telah menganugerahi manusia diberikan akal, nurani, tenaga serta kemampuan lainnya. Sehingga, seberapapun besar jerih payah seseorang, tetap dianjurkan sebatas pada tingkat ikhtiar.

Selain itu, para ulama sudah menyepakati bahwa melakukan perjanjian, jika manusia dapat berjanji tanpa mengucapkan kalimat “Insya Allah”. Bila yang bersangkutan dapat melaksanakan janjinya dengan memiliki niat tinggi serta kuat tidak dapat digoyahkan, maka diperbolehkan.

Pemaknaan Insya Allah yang Salah

Di era sekarang, sering kali terdapat info hoax tentang pengucapan kalimat “Insya Allah”. Hal ini terjadi karena banyaknya media internet memberikan potongan cuplikan, sehingga terjadi bias info (salah pemaknaan).

Di samping itu, juga terjadi perbedaan pendapat tentang penggunaan kalimat “Insya Alllah” atau “Insha Allah” dimana bersumber dari beberapa edaran online yang tidak memiliki sumber bukti yang jelas (Autentik). Hal tersebut terjadi dikarenakan terdapat perbedaan terjemahannya.

Kalimat tersebut bermula ketika memecahkan arti per huruf arab yaitu :

إن = bila

شاء = menghendaki

الله = Allah

Menurut pendapat ustad Felix Siauw, Kalau huruf arab itu disatukan dapat memiliki arti “bila Allah berkehendak”. Kesalah pahaman ini terjadi karena transliterasi arab ke Indonesia dimana penggunaan ش menurut terjemahan Bahasa inggris menggunakan kata “sha”, namun berbeda di Indonesia yang mengartikannya sebagai “Sya”.

Menurut pendapat ustad Abdul Somad, perbedaan transliterasi tersebut tidak menjadi permasalahan utama dalam memaknakan. Karena pada hakikatnya arti dalam kalimat ” إن شاء الله ” bertujuan untuk mengungkapkan arti “bila Allah menghendaki” hanya saja terjadi perubahan pengartian hurufnya.

Selain itu menurut Buya Yahya, hal tersebut tidak perlu dijadikan menjadi sumber permasalahan, dimana hal terpenting memaknai sebuah huruf arab yakni mengucapkan dengan lafad yang benar.

Dalam menyikapi sesuatu tentang Insya Allah, Anda perlu mengambil berkah di balik semua masalah tersebut. Bisa saja beda pemaknaan terjadi karena sifat manusia ketika mendapatkan informasi belum lengkap.

Umumnya, di kalangan arab ketika melakukan suatu pekerjaan dimana harus berjanji. Sering sekali melaksanakannya selalu bersandar serta berikthiar pada Allah SWT dengan mengucapkan “Insya Allah”, dimana hal ini berguna untuk terhindar dari golongan yang ingkar janji, bila tidak tepati.

Sebagai manusia, hendaknya Anda selalu bertawakal serta berikhtiar terhadap semua proses yang sudah dilakukan di dunia. Sebaiknya, selalu menghindari memberikan janji terhadap seseorang guna menghindari digolongkan menjadi umat yang berbohong dan ingkar janji.

Demikian, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwasanya kalimat “Insya Allah” tidak memiliki makna ucapan guna basa basi. Sebagai umat Islam, hendaknya mengamalkan segala amalan baik serta menghindari amalan bersifat negatif.

Demikian sebagai masyarakat Indonesia untuk mengetahui Insya Allah artinya, sebagai simbol untuk selalu berserah diri terhadap Allah. Sebab dengan menjanjikan sesuatu hal adalah bentuk kesombongan manusia. Sehingga terhindar dari malapetaka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *