Istri Abu Lahab dan Abu Lahab dalam Surat Al-Lahab

Sebagai umat muslim, pastinya sudah tahu dengan jelas siapa itu Abu Lahab. Abu Lahab merupakan paman dari Baginda Rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihisalam yang sangat membenci Rasulullah.

Sesuai dengan namanya, wajah Abu Lahab yang selalu menyala-nyala. Ia tidak sendirian untuk membenci Nabi Muhammad Saw, ia turut ditemani oleh sang istri yakni Auraa’ (Arwa) binti Harb bin Umayyah. Istri Abu Lahab yang terkenal dengan nama Ummu Jamil.

Ummu Jamil sebagai istri Abu Lahab tidak kalah membenci Nabi seperti sang suami. Bahkan karena kebenciannya terhadap Nabi, Abu Lahab dan istrinya telah dinash/dicap oleh Allah sebagai orang yang celaka di dunia dan di akhirat. Di mana kedua pasangan tersebut sudah mengalami kegagalan hidup di dunia dan kerugian besar di akhirat. Allah Swt telah mencap Abu Lahab dan istrinya sebagai penghuni neraka yang abadi.

Istri Abu Lahab yakni Ummu Jamil dan Abu Lahab sendiri merupakan orang-orang yang paling sering menyakiti Rasulullah, begitu pula terhadap dakwah yang beliau sampaikan kepada kaumnya. Di mana Abu Lahab bertindak sebagai penghalang dakwah Islamiyah, sedangkan sang istri menjadi penyebar fitnah.

Atas sifat dan adabnya tersebut yang sangat membenci Islam juga Rasul, Allah menurunkan satu surat yang mengisahkan Abu Lahab beserta sang istri, Ummu Jamil. Dan berikut beberapa pelajaran tafsir yang digali dari Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim (karya Ibnu Katsir) mengenai isi surat Al-Lahab.

Firman Allah dalam surat Al-Lahab mengenai Abu Lahab dan Ummu Jamil istri Abu Lahab

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al Lahab: 1-5)

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

“Dari Ibnu Abbas bahwa suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Bathha`, kemudian beliau naik ke bukit seraya berseru, “Wahai sekalian manusia.” Maka orang-orang Quraisy pun berkumpul. Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana, sekiranya aku mengabarkan kepada kalian, bahwa musuh (di balik bukit ini) akan segera menyergap kalian, apakah kalian akan membenarkanku?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda lagi, “Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan bagi kalian. Sesungguhnya di hadapanku akan ada adzab yang pedih.” Akhirnya Abu Lahab pun berkata, “Apakah hanya karena itu kamu mengumpulkan kami? Sungguh kecelakanlah bagimu.” Maka Allah menurunkan firman-Nya: “TABBAT YADAA ABII LAHAB..” Hingga akhir ayat.” (HR. Bukhari no. 4972 dan Muslim no. 208)

Riwayat yang disebutkan langsung oleh Bukhari (no. 4972) dan Muslim (no. 208) yang tidak dapat dipungkiri kebenarannya atas kebatilan Abu Lahab beserta istri Abu Lahab, Ummu Jamil.

Tafsir Ayat Al-Lahab

Ayat (تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ), yakni binasalah kedua tangan Abu Lahab, menunjukkan akan do’a kejelekan pada Abu Lahab. Sedangkan ayat (وَتَبَّ), adalah jelas bahwa ia akan binasa, yang merupakan kalimat berita.

Firman Allah Ta’ala (تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ), maksudnya adalah kerugian hidup atas Abu Lahab beserta istri, putus harapan, amalan dan usahanya sia-sia. Sedangkan makna (وَتَبَّ), mempunyai maksud kerugian dan kebinasaan akan terlaksana.

Firman Allah Ta’ala (مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ), yang dimaksud (وَمَا كَسَبَ) yaitu apa yang ia usahakan ialah sang anak.

Firman Allah Ta’ala (سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ), yaitu suatu saat Abu Lahab akan mendapat balasan yang amat pedih dan akan disiksa dengan api yang bergejolak, sehingga ia terbakar oleh api yang amat panas.

Firman Allah Ta’ala (وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ), istri Abu Lahab biasa memikul kayu bakar. Ummu Jamil sang istri merupakan salah seorang pembesar wanita Quraisy. Dimana beliau memiliki nama asli yakni Arwa binti Harb bin Umayyah.

Ia merupakan saudara dari Abu Sufyan. Ia juga mempunyai sifat yang merugi yakni membantu suaminya dalam kekufuran, penentangan dan pembakangan pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh sebab perbuatannya, pada hari kiamat nanti Ummu Jamil akan membantu menambah siksa Abu Lahab di neraka Jahannam. Dan Allah Ta’ala katakan dalam ayat selanjutnya,

“Dan (begitu pula) istri Abu Lahab, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”

Yaitu Ummu Jamil, istri Abu Lahab yang akan membawa kayu bakar, kemudian ia akan bertemu sang suami, Abu Lahab. Dan ia akan menambahkan siksaan Abu Lahab. Itu adalah takdir yang telah dipersiapkan Allah kepada Ummu Jamil untuk melakukan hal ini.

Yang dimaksud firman Allah Ta’ala (فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ), yaitu maksudnya di leher Ummu Jamil ada tali sabut dari api neraka. Ada beberapa pendapat mengenai masad tersebut, sebagian ulama memaknakan masad dengan sabut. Dan ada sebagian yang mengatakan masad adalah rantai yang panjangnya 70 hasta. Ats Tsauri mengatakan bahwa masad tersebut adalah kalung dari api yang panjangnya 70 hasta.

Tafsiran Istri Abu Lahab Pembawa Kayu Bakar

Berikut ini ada beberapa tafsiran ulama:

  1. Mengenai ayat (حَمَّالَةَ الْحَطَبِ), pembawa kayu bakar yang dimaksud adalah Ummu Jamil merupakan seorang wanita yang sering menyebar namimah (fitnah), yaitu si A mendengar pembicaraan B tentang C, lantas si A menyampaikan berita si B pada si C dalam rangka adu domba. Ini pendapat sebagian ulama.
  1. Sebagian ulama lain juga mengatakan bahwa yang dimaksud Ummu Jamil pembawa kayu bakar adalah pekerjaannya yang sering meletakkan duri di jalan yang biasa dilewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini merupakan pendapat yang dipilih Ibnu Jarir Ath Thobari.
  1. Sebagian ulama lainnya turut mengatakan bahwa yang dimaksud (حَمَّالَةَ الْحَطَبِ) adalah Ummu Jamil biasa memakai kalung dengan penuh kesombongan. Sehingga ia mengatakan, “Aku menginfakkan kalung ini dan hasilnya digunakan untuk memusuhi Muhammad.” Akibatnya, Allah Ta’ala memasangkan tali di lehernya dengan sabut dari api neraka.

Surat Al Lahab adalah Bukti Nubuwwah Rasulullah

Surat Al-Lahab merupakan mukjizat yang jelas-jelas nampak untuk membuktikan benarnya nubuwwah (kenabian), yang mana beliau betul-betul adalah seorang Nabi. Karena sejak turun firman Allah Ta’ala,

“Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut”

Jelas bahwa Abu Lahab beserta istri yakni Ummu Jamil tidak beriman sama sekali, baik secara zhahir atau batin, dinampakkan atau secara sembunyi-sembunyi.

Oleh karena itu inilah bukti benarnya nubuwwah beliau. Apa yang dikabarkan pada beliau, maka itu benar adanya.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kita petik dari kisah istri Abu Lahab dan juga sang suami Abu Lahab yang jelas tertuang dalam surat Al-Lahab. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan memberikan referensi yang mampu menambah ilmu Anda.

  • Add Your Comment