6 Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia yang Masih Bertahan sampai Sekarang

Masuknya agama dan kebudayaan Islam ke Nusantara secara langsung maupun tidak langsung jelas berpengaruh besar terhadap kebudayaan dan cara hidup masyarakat Tanah Air.

Adanya proses Islamisasi ini kontan membawa dampak dan perubahan di segala bidang kehidupan, mulai dari bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, bahkan budaya.

Seperti kita tahu, jauh sebelum Islam datang, masyarakat Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh ajaran Hindu-Budha, namun seiring masuknya Islam ke Nusantara, proses percampuran budaya pun menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Pun dalam kegiatan sehari-hari, pola hidup mereka mulai beralih dan sedikit demi sedikit terpengaruh oleh budaya Islam.

Besarnya pengaruh budaya Islam ini bahkan sampai merambah ke setiap lapisan masyarakat, tak terkecuali kerajaan-kerajaan Islam yang memerintah pada masa itu.

Alhasil, banyak peninggalan kerajaan bercorak islami yang hingga sekarang masih bisa kita jumpai, di antaranya meliputi:

1. Keraton atau Istana

Keraton atau istana merupakan bangunan luas yang dipakai sebagai tempat tinggal raja atau ratu yang sedang memerintah.

Selain itu, keraton juga biasanya difungsikan untuk menjalankan urusan-urusan kerajaan. Keraton umumnya dikelilingi oleh tembok besar yang tinggi sebagai simbol “pemisah” antara raja dengan rakyat biasa.

Nah, di Indonesia sendiri ada cukup banyak peninggalan kerajaan Islam berupa keraton yang masih sangat terjaga sampai hari ini, seperti:

  • Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Foto Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Wikipedia.com

  • Pura Pakualaman (Daerah Istimewa Yogyakarta)
  • Keraton Surakarta Hadiningrat (Jawa Tengah)
  • Pura Mangkunegaran (Jawa Tengah)
  • Keraton Banten (Banten)
  • Keraton Kasepuhan (Jawa Barat)
  • Keraton Kanoman (Jawa Barat)
  • Keraton Kacirebonan (Jawa Barat)
  • Keraton Maimun (Sumatra Barat)
  • Istana Bima (Nusa Tenggara Barat)

2. Masjid

Peninggalan kerajaan Islam yang kedua yang bisa dengan mudah kita temui adalah masjid. Ya, sebagai tempat ibadah sudah tentu bangunan ini menjadi poin yang tidak mungkin dilewatkan oleh para anggota kerajaan pada masanya.

Umumnya, masjid dibangun di alun-alun dekat dengan keraton. Di Indonesia, ada banyak peninggalan kerajaan Islam yang berwujud masjid, antara lain:

  • Masjid Agung Demak (Demak)

Foto Masjid Agung Demak dari atas drone

pusakaindonesia.org

  • Masjid Agung Surakarta (Surakarta)
  • Masjid Kudus (Kudus)
  • Masjid Agung Kasepuhan (Cirebon)
  • Masjid Sunan Ampel (Surabaya)
  • Masjid Agung Banten (Banten)
  • Masjid Sendang Duwur (Tuban)
  • Masjid Baiturrahman (Aceh)
  • Masjid Agung Yogyakarta (Yogyakarta)
  • Masjid Mantingan (Jepara)

3. Makam dan Batu Nisan

Ya, Anda tidak sedang salah membaca. Selain keraton dan masjid, makam lengkap beserta batu nisannya yang bercorak Islam juga banyak ditemukan di Indonesia sebagai bukti peninggalan sejarah kerajaan Islam.

Beberapa makam kuno bernapaskan Islam di antaranya:

  • Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon (Jawa Barat)
  • Makam Sunan Tembayat di Klaten  (Jawa Tengah);
  • Makam Troloyo di Mojokerto (Jawa Timur)
  • Makam raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta
  • Kompleks makam Sultan Hasanuddin di Gowa (Sulawesi Selatan)
  • Makam Sunan Bonang di Tuban (Jawa Timur)
  • Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon (Jawa Barat)

Sedangkan batu nisan peninggalan kerajaan Islam biasanya ditandai dengan corak tulisan Arab dengan desain kaligrafi pada permukaannya.

Beberapa nisan peninggalan kerajaan Islam di Indonesia yang bisa kita jumpai antara lain:

  • Batu nisam makam Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, Jawa Timur. Batu nisan ini berangka tahun 1082 M atau 475 H.
  • Batu nisan makam Sultan Malik al Saleh dari Samudra Pasai. Batu nisan ini berangka tahun 1297 M atau 696 H.
  • Batu nisan makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur. Batu nisan ini berangka tahun 1419 M atau 822 H.
  • Batu nisan makam berangka tahun 1380 M (781 H) dan 1389 M (789 H) di Munje Tujoh, Aceh Utara.

4. Pesantren

Budaya Islam memang snagat kuat pengaruhnya di segala bidang, termasuk di bidang pendidikan. Nah, salah satu bukti bahwa agama Islam memiliki pengaruh yang cukup bisa diperhitungkan adalah berdirinya sekolah berbasis agama atau yang biasa disebut dengan pesantren.

Lembaga pendidikan yang satu ini memang sudah ada sejak Islam mulai berkembang di Indonesia.

Di Indonesia sendiri ada cukup banyak pesantren yang menjadi rujukan para pelajar yang ingin menimba ilmu umum dan ilmu agama, seperti Pesantren Ampel Denta di Surabaya dan Pesantren Prabu Giri Satmaka di Gresik. Pesantren Ampel Denta sendiri didirikan oleh Sunan Ampel, salah seorang anggota Walisongo.  

5. Seni dan Sastra

Tidak hanya pada bidang pendidikan, masuknya Islam ke Indonesia juga berpengaruh besar terhadap perkembangan seni dan sastra di Tanah Air.

Ada cukup banyak peninggalan Islam di bidang sastra yang terkenal sampai sekarang, seperti Hikayat Panji Inu Kertapati, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Si Miskin, Hikayat Bahtiar, Hikayat Hang Tuah, Syair Abdul Muluk, serta Gurindam Dua Belas.

6. Perayaan Keagamaan

Cukup banyak perayaan keagamaan peninggalan kerajaan Islam yang turun temurun dilestarikan sampai hari in, di antaranya adalah Garebek Besar, Garebek Syawal, dan Garebek Maulud atau Sekaten yang diadakan di Keraton Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon.

Ada juga perayaan Tabuik yang dilaksanakan di Sumatera Barat. Festival Tabuik sendiri merupakan perayaan untuk mengenang meninggalnya Hussein, putra Khalifah Ali bin Abi Thalib yang tidak lain adalah cucu Nabi Muhammad SAW.

Berikut ini video perayaan Tabuik tahun 2015 yang lalu.

Nah, semoga tulisan mengenai peninggalan kerajaan Islam di atas semakin menambah wawasan dan rasa cinta akan budaya dan Islam, ya.

  • Add Your Comment